Sebelumnya MNC ( Multinational Corporation ) telah banyak berkembang di indonesia dan seiring berjalannya waktu makin banyaklah perusahaan - perusahaan asing di berbagai bidang mulai berdatangan karena lahan indonesia yang sangat strategis dalam segi perekonomian. Sumber daya manusia yang murah dan banyak dan ketersediaan bahan baku yang mencukupi menjadikannya suatu alasan banyaknya perusahaan asing mulai dari bidang clothing sampai steel dan gold mining banyak tersebar di indonesia, contohnya : Giordano, Levi's, Calvin Klein, adidas, nike, puma, umbro pada bidang clothing dan sport, pada bidang steel ada perusahaan jepang Nisconi, pada bidang gold mining terdapat di tanah papua freeport. dan jika saya sebutkan satu persatu akan banyak.
Dalam hal tersebut dalam bisnis pasti akan memikirkan keuntungan yang besar dengan cara apapun. saya kurang setuju dalam hubungan antara MNC's dan negara terjadi hubungan yang dinamis. karena faktor masyarakat indonesia yang konsumtif ditambah pemerintahan yang sudah tidak bisa bertindak apa-apa terhadap perusahaan asing yang notabene dari perusahaan tersebut adalah negara maju jadi pemerintahan indonesia hanya bisa menerima negosiasi begitu saja. contoh kecil saja adidas, saya melihat dari sebuah film yang membicarakan tentang perusahaan multinational membicarakan bahwa buruh rakyat indonesia yang bekerja di adidas hanya diberikan upah secukupnya tanpa ada uang tambahan yang mencukupi, juga menuntut untuk memproduksi ratusan item untuk disebar keluar negri.
Ditambah dengan adanya pengakuan sebagai host country pada sebuah MNC's menjadikannya suatu perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan industri mereka agar memiliki kekuatan dalam persaingan antar perusahaan di negara lain. Mereka memilih indonesia untuk host country mereka dalam keadaan seperti yang saya jelaskan diatas SDM dan SDA yang melimpah dan murah menjadikannya sasaran MNC's untuk membangun di indonesia menjadikannya suatu tempat industrinya. maraknya exploitasi pasti akan menjadikannya suatu penyimpangan pada sistem ekonomi liberalisme yang menyimpang kepada structuralisme. apakah disini liberalisme memiliki titik lemah dalam perekonomian dunia?
No comments:
Post a Comment