Wednesday, 26 March 2014

Merkantilsme sebagai kebijaksanaan politik ekonomi

 

 Secara umum, Merkantilisme dapat diartikan sebagai suatu kebijaksanaan politik ekonomi dari negara-negara imperialis yang bertujuan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya kekayaan berupa logam mulia.
Logam mulia ini dijadikan sebagai ukuran terhadap kekayaan, kesejahteraan, dan kekuasaan bagi negara yang bersangkutan. Dengan kata lain, semakin banyak logam mulia yang dimiliki oleh suatu negara imperialis maka semakin kaya dan semakin berkuasalah negara tersebut.
Mereka percaya bahwa dengan kekayaan yang melimpah maka kesejahteraan akan meningkat dan kekuasaan pun semakin mudah untuk didapatkan. Negara yang menerapkan sistem ekonomi merkantilis adalah Inggris Raya.
 
Merkantilisme telah memberi dampak pengaruh terhadap dunia.Merkantilisme pada dasarnya telah memberikan kekuatan yang luar biasa bagi setiap negara kolonialis untuk memfokuskan segala kegiatan perdagangan dalam rangka memperoleh kekayaan yang banyak dan kekuasaan yang luas. Tujuan Merkantilisme adalah untuk melindungi perkembangan industri perdagangan dan melindungi kekayaan negara yang ada di masing-masing negara

Reference: http://saung-elmu.blogspot.com/2010/09/merkantilisme.html

Tuesday, 25 March 2014

Merkantilisme awal kapitalisme

                Kebijakan ekonomi merkantilisme itu sendiri adalah kebijakan ekonomi untuk memproteksi ekonomi dalam negerinya dengan cara memproduksi barang sebesar-besarnya untuk dalam negeri dan ekspor namun membatasi dominasi impor yaitu melalui menaikan pajak impor dan menentukan kuota impor.Pada abad ke-16 di Eropa tengah bermunculan negara-negara merdeka seperti Inggris, Perancis, Jerman, Italia dan Belanda. Mereka memiliki keinginan kuat untuk mempertahankan kedaulatan, kebebasan dengan menunjukkan kesejahteraan rakyatnya. Ciri utama dari paham merkantilisme ditandai dengan campur tangan negara/raja secara menyeluruh dalam setiap sendi ekonomi. Filosofi merkantilisme memberi dukungan penuh bagi negara/raja untuk mengintervensi dan mengatur perekonomiannya. Sehingga merkantilisme  menjadisebuah tahap dalam perkembangan sejarah kebijakan ekonomi dimana kebijakan ekonomi dikaitkan dengan erat kepada kesatuan politik dan kekuatan nasional.
                Saat merkantilisme berkembang, Bangsa Eropa telah mengenal logam mulia sebagai medium of exchange (uang), sehingga kemudian menetapkan standar ukuran kemakmuran suatu negara dengan jumlah logam mulia yang dimiliki.  Semakin banyak logam mulia, maka semakin makmur negara itu dibandingkan dengan negara lainnya. Politik merkantilisme melahirkan terbentuknya persekutuan dagang masyarakat Eropa, seperti EIC di India dan VOC di Indonesia. Berkat merkantilisme, Inggris bangkit sejalan dengan era penjelajahan samudera untuk mencari daerah-daerah baru yang akan dijadikan daerah koloni. Begitu juga dengan masyarakat Eropa lain seperti Belanda, Perancis dan Spanyol. Oleh karena itu, dalam perkembangannya politik ekonomi merkantilisme telah menimbulkan perebutan daerah koloni antar negara Eropa.
                Sistem ekonomi merkantilisme mulai menghilang pada akhir abad ke-18, seiring dengan munculnya teori ekonomi baru yang diajukan oleh Adam Smith dalam bukunya The wealth of nation ketika sistem ekonomi baru diadopsi oleh Inggris yang pada saat itu adalah Negara adidaya dan Negara industry yang kuat.

                Merkantilisme adalah akar utama pembentukan pemikiran  kapitalisme yang sampai sekarang sistem ini masih berlaku di hampir semua Negara di seluruh dunia. Pemikiran sistem kebijakan merkantilisme telah berhasil membentuk sistem ekonomi didunia menjadi berkembang dan bahkan sangat pesat dengan pemikiran barunya yaitu kapitalisme.


Penulis,
Jihan Putri

Wednesday, 19 March 2014

kapitalisme mempengaruhi ekonomi dunia

Kapitalis berasal dari kata capital, secara sederhana dapat diartikan sebagai ‘modal’. Didalam sistem kapitalis, kekuasaan tertinggi dipegang oleh pemilik modal, dimana dalam perekonomian modern pemilik modal dalam suatu perusahaan merupakan para pemegang saham. Sistem kapitalis sebagai pengganti sistem komunis memberikan dampak yang sangat buruk bagi perkembangan perekonomian dunia.

contoh peristiwa akibat pengaruh kapitalisme, Sekarang siapa yang menduga, jika krisis global yang berawal di Amerika sekarang, dampaknya terasa hampir di setiap negara di dunia. Dampak krisis tersebut menjalar ke industri-industri yang berorientasi ekspor dengan tujuan Amerika dan pasar sekunder. Krisis supprime mortage menyebabkan negara-negara di dunia mengalami penurunan kinerja perekonomiannya, mulai dari turunnya permintaan akan ekspor, koreksi atas target pertumbuhan ekonomi sampai dengan rencana pemutusan hubungan kerja para karyawan. Bahkan Jepang yang termasuk dalam jajaran negara maju di Asia, tidak luput mencicipi efek krisis global tersebut.

menurut Roy Davies dan Glyn Davies, dalam buku The History of Money From Ancient time to Present Day, menjelaskan sejarah kronologi krisis ekonomi dunia secara menyeluruh. Menurut keduanya, sepanjang Abad 20 telah terjadi lebih 20 kali krisis besar yang melanda banyak negara. Ini berarti, rata-rata setiap 5 tahun terjadi krisis keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta umat manusia. Krisis ekonomi sudah terjadi sejak tahun 1907 disusul dengan krisis ekonomi tahun 1923, 1930, 1940, 1970, 1980, 1990, dan 1998 – 2001 bahkan sampai saat ini. Di Asia Tenggara sendiri khususnya Thailand, Malaysia dan Indonesia krisis pernah terjadi pada tahun 1997-2002 hingga saat ini.


Buruknya Kapitalisme Bagi Ekonomi Negara

Kapitalisme mempunyai arti yang buruk dari segi perekonomian untuk memajukan negara karena perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan swasta. Sehingga keuntungan pun hanya dimiliki oleh individu pemilik modal besar dan pemerintah pun tidak dapat merasakan keuntungan bahkan untuk masuk kedalamnya pun tidak bisa.

Awal terjadinya sistem kapitalisme ekonomi itu terjadi di eropa sekitar abad 16 sampai abad 19. Yang berdasarkan tidak suka terhadap sistem perekonomian yang didominasi oleh negara atau juga disebut merkantilisme. Tokoh dari ekonomi kapitalisme adalah Adam Smith yang merupakan tokoh ekonomi kapitalis klasik yang menentang merkantilism karena dianggapnya merkantilisme sendiri kurang pro terhadap perekonomian rakyat.

Secara garis besar bahwa perekonomian kapitalisme adalah perekonomian dimana dalam sistem perdagangan, industri dan alat produksi dilakukan oleh rakyat dan pemerintah hanya mengawasi saja. tetapi pada dasarnya itu akan menyebabkan suatu dominasi swasta yang meningkat yang membuat lama kelamaan pemerintahan akan mati dari segi perekonomian itu sendiri. dan lama kelamaan negara akan hanya dijadikan sebuah wadah untuk persaingan bagi para pengusaha-pengusaha swasta di dunia.

Negara yang tidak ikut serta dalam perekonomian pasti tidak mempunyai kas negara untuk pembelanjaan negara sendiri karena pada dasarnya kapitalisme dalam segi keuntungan negara tidak dapat keuntungan sama sekali dan rakyat lah yang mendapatkan keuntungan sehingga membuat sebuah negara bagaikan lokasi yang tidak ada kehidupan hanya sebuah persaingan swasta didalamnya. Mungkin dalam kurun waktu yang lama akan banyak terjadi chaos dimana-mana akibat persaingan ekonomi tersebut jika pemerintah tidak mengawasi dan ikut serta dalam perekonomian.

Tuesday, 18 March 2014

Problem of Capitalism

In the economic system of capitalism stressed the role of the capital (Pemilik Modal), in all its richness, including goods that are used in the production of other goods. Capitalism as a social system, the system is more than just the economy. He associates the development of capitalism as a part of a movement of individualism. Capitalism has provided an adverse effect for the economy and a growing gaping social disparities, the gap (Kesenjangan sosial) between the rich and the poor. It was all a cruel impact of capitalism going on in several developing countries including Indonesia.
       The State is controlled by the ideological capitalist economy which explains that most political decisions should be more beneficial interests of the perpetrators of the capitalist. In this case the benefits are the owners of capital, whereas the small societies remain in a State of poverty as a result of capitalism. now more and more the number of new unemployment and labor earned low.
      Most economists think the crisis experienced in the world is due to the technical problems of the economy but some economists say that the crisis is the fault of the ideological. That’s ideological capitalism which already dominate the world economy, especially the developed countries such as the United State and the European continent. Application of capitalist ideology in economics has led to a crisis in many parts of the world. 
      Jadi, Kapitalisme sangat berpengaruh bagi krisis global karena para pelaku kapitalislah yang membuat kondisi perekonomian menjadi krisis. Contohnya bank banyak yang bangkrut, banyak nya perusahaan yang gulung tikar seperti krisis diamerika tepatnya di wall street pada tahun 2008. Menurut saya pelaku kapitalis adalah pihak yang sangat kuat di dunia perekonomian pada saat ini. Kebijakan kebijakan yang dibuat oleh para kapitalis akan berpengaruh dengan berbagai negara kerja sama nya sehingga menjadi sangat mungkin bagi mereka menimbulkan krisis ekonomi di dunia ini.


Jihan Putri Zuariah

Wednesday, 12 March 2014

dampak golden age terhadap ekonomi internasional


Golden Age terjadi sekitar tahun 1896 sampai 1914, sebelum pecahnya perang dunia pertama. Pada masa ini, emas dijadikan sebagai transaksi atau mata uang internasional. Jeffry A. Frieden dalam bukunya yang berjudul Global Capitalism, Its Fall and Rise in the Twentieth Century menjelaskan perkembangan perdagangan internasional  yang dimulai dari masa kejayaan negara-negara Eropa, khususnya negara inggris. Negara inggris merupakan negara yang pertama kali memulai menggunakan sistem standar emas sebagai alat tukar perdagangan internasional.
Tentu saja dengan menggunakan sistem tersebut banyak memunculkan dampak-dampak khususnya dibidang ekonomi internasional. 
dampak pertama, pada akhir abad ke 19 merupakan akhir dari era merkantilisme dan gold standard. Ditahun tersebut timbul pergolakan di hampir seluruh dunia terhadap sistem gold standard dan peran pemerintah yang terlalu besar yang dianggap tidak berpihak terhadap kesejahteraan rakyatnya. 
dampak kedua, akibat menggunakan standar emas saat itu. Pihak yang paling dirugikan dari penggunaan standar emas ini adalah petani dan penambang. Hal ini dikarenakan harga produk tambang dan pertanian paling sulit untuk diprediksikan, sehingga para eksportir barang-barang ini memerlukan devaluasi mata uang untuk meningkatkan jumlah uang yang mereka dapatkan untuk menjual barang-barangnya diluar negeri. Devaluasi mata uang guna melindungi eksportir dari penurunan harga dari produk-produk mereka ini tidak bisa dilakukan apabila menggunakan standar emas. Meskipun, devaluasi mata uang ini juga tidak sepenuhnya baik. Ketika mata uang terdepresiasi, barang-barang asing menjadi lebih mahal. Peningkatan harga-harga ini berdampak pada ekonomi domestik dan akhirnya menjadi inflasi.
Pada akhirnya dunia mempunyai sebuah tatanan perekonomian yang baru dimana free trade, capital movement, dan peran pasar yang lebih besar mengambil alih. Fungsi pemerintah yang cukup besar dalam menentukan nilai tukar dalam sistem gold standard dinilai merusak daya saing dari komoditas-komoditas negara yang tidak memiliki banyak emas,oleh karena itu dengan adanya pasar ekonomi menjadi lebih bebas dan harga di sebuah komoditas ditentukan oleh mekanisme pasar. 
selain itu dengan terjadinya dampak kedua yang timbulkan, negara-negara pengekspor produk dibidang pertanian dan pertambangan kemudian tidak memakai emas sebagai mata uangnya dan sebagai alternatif mereka menggunakan mata uang kertas dan perak.
 itulah dampak yang terjadi serta pemecahan masalah yang diakibatkan menggunakan sistem standar emas pada saat itu.

Economic had entered Golden age

the golden age is an economic expansion led by unusually strong investment that produces a supply-side recovery; an economic expansion in which supply grows faster than demand so that price pressures are containe. Based in US, late February of 1996,higher interest rates, higher energy and grain prices, and a stagnant stock market have appeared to alter this happy picture. Still, the golden age scenario remains intact.

Eventually, as happened during the 1920s, a sustained rise in profits leads to a stock market bubble that pushes up wealth and demand so rapidly that the central bank eventually is forced to raise interest rates and collapse the bubble to avoid runaway inflation. but, in 1996 still do the same.

There are an impact from the Golden age which carries currency of market:
the dollar would strengthen for two reasons. First, the current account deficit should fall as superior U.S. productivity growth encourages higher exports and lower imports. Second, while a falling current account deficit would reduce the supply to global financial markets



The Fact is golden age still happen nowadays although based on the article that shows Economic had entered golden age yes it is. Because, there are still increase and dicrease(inflation) of money. -Dwita Budilestari

Referensi: http://www.aei.org/outlook/economics/is-the-golden-age-over/

Tuesday, 11 March 2014

Impact of The Golden Age in The World Economy

At the end of the 19th century was the end of an era of mercantilism and the gold standard. Starting from America, almost all over the world against the gold standard system and the role of Government that is too big, which is considered not siding against the welfare of its people. It ultimately brings the world to a new economic order in which free trade, capital movement, and bigger market role in precious take over. A very big government's role in determining the exchange rate in a gold standard system rated may undermine the competitiveness of the country's commodities that do not have a lot of gold, hence the new order where the market runs more freely and the price of a commodity is determined by market mechanisms
Jeffrey a. Frieden in his book Global Capitalism, Its Fall and Rise in the Twentieth Century explain about the development of international trade, which started from the power of European countries, especially the United Kingdom — marked by the use of the gold standard system as a tool of international trade exchange, until an end to the use of the system when the gold standard. Significant events that affect the development of the overall international trade conditions, such as industrialization trend embraced countries at that time and the protectionism policies applied
After the power of the global economy, some groups of countries such as United Kingdom, Netherlands and Belgium started to improve its trade relations with other countries. Countries that have smaller strength (Latin America) began reducing its trade protection due to the magnitude of the benefit of free trade for countries that have limited market
Free trade, investment and migration of people bound by a statute of strong gold standard system. The owner of the company, mining, and forestry in each region producing for global markets, with the use of capital and resources that exist throughout the world. With such conditions, the world economy is growing faster than ever. Standard life increases with the development of the country to follow the leading industrial countries in the world which is United Kingdom. The gold standard system so as to increase the attraction of trade and contrary to international trade 1997 financial and international finance as well as enhance the attractiveness of the system use the gold standard.


                Global Capitalism, Its Fall and Rise in the Twentieth Century

Jihan Putri Zuariah

Thursday, 6 March 2014

globalization and its impact



globalization is derived from the word "global", it means worldwide, without any limits. so i think the meaning of globalization is process of dependency between the individual with other individuals as well as the country with the other countries in the form of interaction with each other without knowing the limit though the limit state.

The presence of information technology and communications technology accelerates the process of globalization. Globalization actually touched the important aspects of life. Globalization has many interpretations from different point of view. Some people say globalization as a process of diminution of the world. Other say globalization is the unification efforts of the world community in terms of lifestyle, culture and orientation.

Is there an impact of globalization in economics? With the advent of globalization, create the positive impact and negative impact in the field of economics. As we know, globalization is running according to the sophistication of the technology so people can search for information about a model, fashion, clothes and etc in a country. With information like that, a lot of people in different countries many order so that there was a massive export. With exports, an awful lot of advantages for the country in the world.
           

            Positive impact not only will be described. As for the negative impact of globalization is global market competition is becoming difficult. If the product sector in the country was losing competitiveness with other countries. Certainly the country will only do import. If that happens, the country’s economy will not run properly.

Wednesday, 5 March 2014

Relations Between Globalization and International Economy



Globalization is about the many differences view. That was a technological advancement that causes people to experience a significant progress. Ranging from people who are already getting to know foreign cultures, Began to increase of the level of foreign language and people also started thinking far sighted. Many kinds of terms of trade, the state relations, and many more. Globalization itself also many different views between the pros and cons of globalization. So great was the influence of globalization, the debates are presented Hyperglobalist thesis, Sceptical Thesis and Transformationalist Thesis.
            Hyperglobalist thesis approach defines globalization as a new era of human history in the which the nation state has Become an unnatural state, even a business unit might in the global economy (Held, 1999). But the Sceptical diferent with hyperglobalist Because they speak the extend that contemporary globalization is too Exaggeration. Opinions on globalization by the hyperglobalizers Considered less precise and are not in the power of national Governments to Regulate the larger scope of the international economy (Held, 1999). But the next is where the thesis transformasionalist assessing contemporary globalization as something new and's unprecedented. Proponents of this transformasionalist have a belief that globalization is taking place today puts back the power, functionality and power of the national government.
            In the context of globalization are also many things that are very strong in terms of the global economy are international trade and global trade. The difference is that international trade comprises only 2 countries, the global trade and more to the relationship of various countries are interconnected. And the trade itself is also divided into free trade and fair trade that includes internationalization. We know that free trade is a trade that is free where the production of goods can be sold to various countries such example is items from china who Began to occupy almost all parts of the world, Including Indonesia. Fair trade is an approach to business and development based on dialogue, transparency and respect that seeks to create greater equity in the international trading system.
            After the second world war, the economic system began to experience a crisis that makes politicians start thinking about the country's economic level than a fighting force. because the state felt that the United States began to fall as a result of their economic world war 2. Market and economic production in some countries become interdependent as a result of the growth of international trade, increasing influence of multinational companies, and the domination of the world trade organization of the World Trade Organization (WTO) is the basis on which globalization itself is very influential in the world economy. That where a country is related to trade from one country to another.

References

-  -   An Introduction to International Relations, 2nd Edition. Cambridge [pp.348 & 386]

- - Held, David et. al. 1999. “Introduction”, dalam Global Transformation: Politics, Economics, and Culture, Stanford University Press [pp 1-31]