Wednesday, 4 June 2014

Video Project Progression 2

Setelah kami melakukan penyisiran ke pasar bunga rawa belong, kami akhirnya mewawancarai sebagian pedagang dan kepala kantor dari pasar rawa belong yaitu pak M. Mulyadi. Banyak dari pertanyaan kami yang dijawab beragam oleh kedua narasumber kami pada penelusuran di pasar bunga rawa belong. kami untuk progress ke-3 memituskan untuk ke SMESCO untuk menginterview beberapa pelaku small-medium enterprise disana.

Video Project Progression

Dibagian ini kami kelompok 6 kebagian video project tentang Small - Medium Enterprise yang dimana kami memutuskan untuk ke tempat ada usaha kecil dan menengan akhirnya kita ke pasar bunga rawa belong untuk mencari kantor UMKM pasar bunga rawa belong.

Hubungan MNC's dan Negara dalam konsep host country

Sebelumnya MNC ( Multinational Corporation ) telah banyak berkembang di indonesia dan seiring berjalannya waktu makin banyaklah perusahaan - perusahaan asing di berbagai bidang mulai berdatangan karena lahan indonesia yang sangat strategis dalam segi perekonomian. Sumber daya manusia yang murah dan banyak dan ketersediaan bahan baku yang mencukupi menjadikannya suatu alasan banyaknya perusahaan asing mulai dari bidang clothing sampai steel dan gold mining banyak tersebar di indonesia, contohnya : Giordano, Levi's, Calvin Klein, adidas, nike, puma, umbro pada bidang clothing dan sport, pada bidang steel ada perusahaan jepang Nisconi, pada bidang gold mining terdapat di tanah papua freeport. dan jika saya sebutkan satu persatu akan banyak.
Dalam hal tersebut dalam bisnis pasti akan memikirkan keuntungan yang besar dengan cara apapun. saya kurang setuju dalam hubungan antara MNC's dan negara terjadi hubungan yang dinamis. karena faktor masyarakat indonesia yang konsumtif ditambah pemerintahan yang sudah tidak bisa bertindak apa-apa terhadap perusahaan asing yang notabene dari perusahaan tersebut adalah negara maju jadi pemerintahan indonesia hanya bisa menerima negosiasi begitu saja. contoh kecil saja adidas, saya melihat dari sebuah film yang membicarakan tentang perusahaan multinational membicarakan bahwa buruh rakyat indonesia yang bekerja di adidas hanya diberikan upah secukupnya tanpa ada uang tambahan yang mencukupi, juga menuntut untuk memproduksi ratusan item untuk disebar keluar negri.
Ditambah dengan adanya pengakuan sebagai host country pada sebuah MNC's menjadikannya suatu perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan industri mereka agar memiliki kekuatan dalam persaingan antar perusahaan di negara lain. Mereka memilih indonesia untuk host country mereka dalam keadaan seperti yang saya jelaskan diatas SDM dan SDA yang melimpah dan murah menjadikannya sasaran MNC's untuk membangun di indonesia menjadikannya suatu tempat industrinya. maraknya exploitasi pasti akan menjadikannya suatu penyimpangan pada sistem ekonomi liberalisme yang menyimpang kepada structuralisme. apakah disini liberalisme memiliki titik lemah dalam perekonomian dunia? 



 




 

MNC dan Host Country (Tuan rumah)

Di zaman globalisasi ini suatu perusahaan pasti akan ber ekspansi untuk meningkatkan keuntungan dan kepopilaritasan perusahaannya. Ekspansi lokal maupun internasional . Kita bisa melihat perusahaan besar seperti Burger king, Louis vuitton, hugo boss adalah beberapa contoh perusahaan besar. Mereka adalah contoh MNC. MNC adalah perusahaan yang berkerja di 2 negara atau lebih. Apakahnada hubungan dinamis antar negara tersebut? Jelas ada, jika dari sisi investor dia bisa dengan gampang mendapatkan keuntungan besar karena pajak tidak terlalu besar, juga pekerja SDM nya pasti lebih murah. Jika negara yang menjadi target sasaran perusahaan  MNC. pasti negera mendapatkan pajak, SDM lokal bisa diberi keterampilan dan mengurangi pengangguran. dan juga bisa alih teknologi supaya negara bisa membuat keterampilan serupa.

Andre Bagus Wirnadha

Tuesday, 3 June 2014

Hubungan dinamis MNC dan Negara

MNC pada dasarnya adalah Multi National Coorperation/ Perusahaan Multinational. Perusahaan yang berdiri di berbagai negara. Yang tidak terikat dengan negara. Contoh, Coca Cola, Volkswagen, KFC dll. Pendapatan MNC meningkatkan terhadap negara negara lain nya dan negara mendapatkan keuntungan dengan masuknya teknologi baru,sistem, informasi dan produk. Pekerjaan baru dibuat untuk keuntungan suatu negara dari politik dan sosial. Namun, perlu diperhatikan bahwa juga ada beberapa masalah dari MNC yaitu suatu kesalahan. Contoh, banyak kritik bahwa suatu perusahaan mengambil untung terhadap rendahnya lingkungan dan standar hak asasi manusia yang kurang dimiliki negara berkembang dan negara maju. Pada dasarnya, Host Country memiliki keuntungan karena menyerap tenaga kerja dan mengaktifkan kegiatan ekonomi. Jadi, MNC memiliki sisi negatif dan positif.

Dwita Budilestari
1701327485

progress video project 2

Senin tanggal 2 juni kita kelompok 6 pergi menuju pasar bunga rawa belong untuk mewawancarai kepala pasar bunga rawa belong dan juga pedagang bunga. Disana kita juga berkeliling komplek pasar untuk sekedar melihat keadaan pasar. Setelah itu kita mewawancarai kepala pasar mengenai perdagangan bebas. Menurut beliau barang-barang lokal kita dan SDM bisa survive asal ada perubahan pola pikir individu dan penyuluhan dari pemerintah. Insya Allah, Pada kamis ini kita akan ke gedung SMESCO untuk mewawancarai dan memberi rekaman  disana. Setelah itu proses editing video akan dilakukan.

Andre Bagus Wirnadha
1701310484

perkembangan project video trade

kemarin pada tanggal 2 juni 2014, kami menuju pasar bunga yang berlokasi di rawa belong. kami telah melakukan wawancara kepada kepala kantor pusat promosi dan pemasaran, M. Mulyadi. melakukan wawancara dengan beliau membuat waktu tak terasa berjalan dengan cepat. beliau menjawab pertanyaan kita dengan baik dan jelas. setelah kita mewawancaru bapak M. Mulyadi. kita bergegas kembali ke kampus tercinta BINUS UNIVERSITY. disana kami sempat bertukar pendapat untuk menentukan lokasi berikutnya yang ingin kita kunjungi.
akhirnya kita sepakat tempat yang akan kita kunjungi berikutnya adalah gedung SMESCO. kita berencana berangkat pada hari kamis setelah mata kuliah berakhir..

progress video project, part 2

Pada hari senin, tangal 2 juni, saya dan kelompok saya mengunjungi Pasar bunga rawa belong jam pada jam 11 siang, kami berkeliling disana dan ber tanya-tanya kepada orang-orang disana dimana kantor pusat pemasaran pasar. Kami mengunjungi, kantor pusat dan pemasaran di pasar itu.Kami di sambut oleh para petugas keamanan dan diberi masuk kedalam kantor. Penjagaan disana cukup ketat.Kami mewawancarai kepala pemasaran yang bernama Bapak M. Mulyadi, beliau sangat ramah dan informatif. Beliau menjawab pertanyaan dengan sesuai. Setelah wawancara, kami berkeliling pasar untuk mencari pedagang yang bisa kami wawancarai mengenai perdagangan bebas, namun salah satu yang kami wawancarai kurang mengerti apa yang dimaksud dengan perdagangan bebas. Lalu, kami berencana untuk mengunjungi gedung SMESCO (tapi, belum mendapatkan surat izin) pada hari Kamis, untuk memawawancarai para pelaku UMKM disana dan menunjukan rekaman keadaan disana.

Dwita Budilestari
1701327485

Hubungan Dinamis MNCs Terhadap Negara Dalam Konsep Tuan rumah negara maupun tamu negara

seperti yang kita ketahui dalam dunia hubungan internasional, kita tidak bisa di jauhkan dengan pembahasan multi national corporations atau biasa yang disebut sebagai MNCs. MNC merupakan perusahaan yang tidak terikat dari negara. MNC ini juga merupakan suatu perusahaan yang beroperasi dari dua negara atau lebih. contoh perusahaan MNC seperti McD, Coca-Cola, Nike.
apakah ada hubungan yang dinamis antara MNC dengan negara baik secara tuan rumah negara maupun tamu negara?
tentu saja ada hubungan dinamis yang terjadi dalam konsep tuan rumah negara, MNC dan negara sama-sama diuntungkan. MNC tidak terlalu dikenakan pajak yang tinggi jika untuk negara sendiri keuntungannya negara itu akan mengalami peningkatan ekonomi seiring MNC itu juga mengalami peningkatan.
selain itu ada hubungan dinamis melalui konsep tamu negara, dalam konsep ini masih sama menguntungkan kedua pihak dikarenakan suatu perusahaan MNC jika ingin mendirikan perusahaan di negara lain tentu akan dikenakan pajak yang tinggi dari negara tersebut. pajak tersebutlah yang bisa meningkatkan perekonomian di negara itu. sedangkan MNC tersebut juga mendapatkan keuntungan, barang/jasa yang dijual tentu saja akan banyak diminati oleh masyarakat di suatu negara, dengan begitu pendapatan perusahaan bisa jauh lebih tinggi dibandingkan pajak yang dikenakan.

Monday, 2 June 2014

Dynamic relation between MNC and State

             Dalam isu Ekonomi Politik Internasional mengenai MNC kita tidak bisa lepas dari peran MNC sendiri sebagai pelaku ekonomi dan Negara sebagai  sebagai pihak elemen politik. MNC dan negara tidak dapat dipisahkan dalam konteks ekonomi politik internasional. Struktur domestik dan ideologi ekonomi suatu negara juga mempengaruhi strategi dan aktivitas MNC.
 Pada dasarnya sebuah perusahaan dikatakan multinasional jika sudah mengembangkan cabangnya keberbagai negara lain. MNC sendiri sudah dikenal di Indonesia semenjak jaman colonial Belanda yang di sebut VOC. MNC jaman dahulu dikatakan oleh Gilpin lebih powerfull dikarenakan MNC pada saat itu dapat membuat hukumnya sendiri. MNC pada masa itu menghasilkan agrikultur dan industry ekstraktif. Sedangkan MNC pada jaman modern atau kontemporer di batasi oleh kebijakan-kebijakan pemerintah HOST Country. MNC pada masa sekarang ini menghasilkan produk manufaktur.
                Hadir dan maraknya MNC pada sekarang ini memiliki konsep. Konsepnya yaitu suatu perusahaan HOME country meningkatkan produksinya dengan bertujuan mengembangkan usahanya agar tumbuh pesat dan bisa lintas batas negara sehingga memperoleh keuntungan lebih. Setelah mencapai tujuan mengekspansi perusahaan, mereka memanfaatkan HOST country  dan “biasanya” SDA di negara HOST. Pemanfaatan ini dapat berubah menjadi pengeksploitasian. Host country juga bisa mendapatkan beberapa keuntungan yaitu menyerap lapangan pekerjaan dan mengaktifkan kegiatan ekonomi namun MNC dikatakan dapat mengkontrol dan mengekploitasi seluruh dunia dengan alasan ekonomi ini. Kritik ini biasanya datang dari para paham kaum strukturalis yang selalu mengkritik ide-ide liberalism/capitalism seperti MNC ini.

                Jadi, Kehadiran MNC dapat menimbulkan dampak negative dan positif bagi HOST country yaitu dapat menyerap tenaga kerja dan mengaktifkan kegiatan ekonomi namun disamping itu negara host secara tidak langsung tereksploitasi dan terkuasai seperti contoh McDonalds yang sekarang menjamur dimana-mana jelas telah menguasai industry pangan di Indonesia. Dengan adanya McDonalds masyarakat lebih sering mengkonsumsi makanan fast food yg disediakan oleh MCD dibanding resto-resto kecil. Home country pun terkadang tidak hanya mendapat keuntungan tetapi juga kerugian seperti adanya situasi tidak aman di negara HOST (exp:kerusuhan,demo besar,terorisme) yang menimbulkan ancaman kerusakan pada beberapa store MNC.




- Jihan Putri Zuariah -

Progress Video Project

      Perkembangan video project yang sedang kami lakukan di minggu kedua ini. Pada hari Senin 2 Juni 2014 pada pukul sekitar 11 siang kami mengunjungi Pasar Bunga Rawa Belong untuk mengunjungi Kantor Pusat Promosi dan Pemasaran yang berada dipasar ini. Kami berkeliling untuk mencari dimana letak lokasi kantor pengelola dengan bertanya kebeberapa pedagang sehingga akhirnya kami menemukannya berada di samping pasar persis menghadap jalan. Pada saat pertama kali datang, kami bertemu petugas keamanan lalu dengan petugas tersebut baik mengantarkan kami kepada kepala dari pusat promosi dan pemasaran tersebut untuk diwawancara. Kepala pusat promosi dan pemasaran tersebut bernama M. Mulyadi, dengan ramah menjawab beberapa pertanyaan yang kami ajukan. Setelah itu kami berkeliling untuk mencari narasumber pedagang bunga yang dikabarkan pernah mengekspor bunga keluar negeri, namun kami tidak menemukannya. Akhirnya kami bertanya pada salah satu pedagang guna menanyakan pendapat dan pengetahuan dia tentang keterlibatan para pengusaha kecil menengah dalam pasar bebas. selama kami berkeliling dan bertanya kepada para pedagang bunga disini tidak terlalu banyak yang mengetahui tentang apa itu pasar bebas dan bagaimana perkembangannya di indonesia.Dibawah saya tampilkan sebuah gambar dari video kami yang masih di dalam handycam.
      Kami berencana akan mengunjungi gedung SMESCO pada hari kamis (jika surat izin sudah ada) untuk mengambil gambar UKM gallery yang terdapat disana dan juga mewawancarai beberapa owner UKM disana. Kami akan melakukan proses editing setelah mendapatkan hasil wawancara yang sudah cukup.

Thursday, 22 May 2014

Free Trade Pada Negara Dunia ke-3

Globalisasi pada zaman sekarang ini telah melahirkan sistem free trade atau perdagangan bebas yang tidak melihat batas-batas negara. Free trade berasal dari pemikiran Liberalism. Free trade dianggap sudah menjadi factor utama mencapai kemajuan ekonomi suatu negara. Hampir seluruh negara maju dan berkembang melakukan kegiatan free trade ini dengan melalui banyak kerjasama internasional seperti contohnya CAFTA, WTO dan yang akan dilaksanakan pada tahun 2015 yaitu ASEAN Community. Perjanjian kerjasama ekonomi internasional ini bertujuan untuk memaksimalkan free trade tersebut dengan aturan-aturan kesepakatan yang telah disetujui.
Seiring berjalannya waktu, semakin majunya teknologi informasi perdagangan bebas semakin berkembang. Bahkan pengusaha kecil dan menengah pun dapat berpartisipasi di pasar bebas. Dengan semakin terbentuknya perdagangan bebas maka akan tercipta hubungan interdependen antar negara yang dikatakan dapat menghindari konflik yang memicu peperangan. Namun peristiwa ini tidak hanya menimbulkan dampak positif, free trade menyebabkan hubungan antar negara saling tergantung sehingga jika salah satu negara terjadi krisis maka berpeluang besar akan menyebarkan efeknya kepada negara-negara lain yang mempunyai hubungan bilateral ekonomi.
Perdagangan bebas yang dikatakan menjanjikan kesejahteraan bagi seluruh negara di dunia dan masyarakat-masyarakatnya ini masih terus dipertanyakan bagi beberapa pihak. Masih banyaknya negara yang tergabung pada free trade bahkan pemain industri masih melakukan proteksionisme pada sejumlah komoditinya. Selain daripada itu masih ditemukan pada negara-negara dunia ketiga seperti Indonesia yang tidak memperoleh dampak positif yang dijanjikan oleh free trade.  Free trade dirasakan menguntungkan hanya bagi negara-negara maju yang bisa menghasilkan barang-barang berkualitas dengan harga lebih murah sehingga barang local pun tidak dapat bersaing dan Indonesia dibanjiri impor.

Indonesia pun masih melakukan proteksionisme pada beberapa hasil pertaniannya, meskipun  Indonesia bergabung pada organisasi WTO yang mengedepankan perdagangan bebas pada sisi lain Indonesia masih melakukan proteksi terhadap beberapa hasil produksinya. Sebagian kalangan mengatakan Indonesia belum mampu terjun kedunia free trade untuk bersaing dengan seluruh negara maju dan berkembang. Menurut saya sendiri  seharusnya Indonesia melakukan “Leveling Playing Field” terlebih dahulu lalu setelah dianggap mampu baru terjun ke dalam perdagangan bebas karena akan terjadi eksploitasi terselubung oleh negara maju ke negara dunia ketiga seperti Indonesia.

Konsep project video trade

Pada mata kuliah International trade and business semester genap tugas akhir kami adalah Small Medium Enterprise. Saya beserta kelompok akan mewawancarai narasumber yang ahli dalam bidang tersebut, kira kira narasumber kita adalah orang kementrian UKM dan pedagang kecil menengah itu sendiri. Di perkirakan tanggal 5 juni kita akan melakukan aktivitas video project dimulai dengan wawancarai narasumber dan melakukan editing beberapa hari setelah wawancara. Itulah konsep dasar beserta jadwal kelompok kami yang akan kami lakukan untuk tugas akhir video project

Andre Bagus Wirnadha

Konsep final video project

Pada tugas video final project untuk mata kuliah International Trade and Business, kita memiliki tema Small and Medium Enterprises (SME) atau Usaha kecil dan menengah. Cara kerja video kita yaitu dengan mem wawancarai seorang yang melakukan suatu usaha agar tema kita dapat memenuhi pertanyaan agar kita mengetahui kondisi UKM/SME saat ini  yang sedang bersaing di free trade tapi, sebelum nya kita mem wawancarai seorang expert dalam bidang ekonomi UKM/SME, kami juga mengambil narasumber dari kementrian koperasi dan usaha kecil menengah untuk mengetahui strategi, ide,peluang, dan ide ide usaha kecil. video ini akan dibuat singkat dan jelas karena sesuai dengan ketentuan. Pembuatan video ini  akan di laksana kan awal Juni mendatang. Setelah wawancara selesai kami akan melakukan editing, seperti menambahkan Subtitle,narasi, dll.

Dwita Budilestari

konsep project video trade

video project ini merupakan tugas terakhir dalam mata kuliah international trade and business semester genap jurusan Hubungan Internasional. di tugas ini, saya dan kawan-kawan saya ingin melakukan sedikit wawancara dengan orang yang ahli di bidang small and medium enterprises (usaha kecil menengah). kita melakukan secara bertahap, diperkirakan tanggal 5 juni yang akan datang, kami akan memulai video dengan melakukan wawancara dengan narasumber. dan 2-3 hari yang akan datangnya lagi kami sudah melakukan editing video. dengan menyusun jadwal seperti ini kita dipastikan tidak akan terlambat untuk mengumpulkan tugas akhir ini..

itulah konsep dan jadwal yang nantinya akan kami lakukan untuk menyelesaikan tugas terakhir kami

dampak free trade untuk negara ketiga dunia

free trade merupakan suatu proggram yang dibuat dengan bertujuan setiap negara tidak akan dikenakan biaya untuk mengirim barang ke negara lain. selain itu dengan adanya free trade setiap negara mampu mendapatkan barang barang yang terbaru dan tercanggih dari negara lain...
free trade mempunyai dampak negatif dan positif untuk negara ketiga dunia. dampak positif dengan diadakan proggram free trade ini suatu negara tidak perlu mengeluarkan atau tidak dikenakan pajak jika ingin mengirim barang ke negara lainnya. jadi negara tersebut bisa menghemat perekonomiannya...
namun dibalik itu semua, justru free trade lebih banyak dampak negatifnya untuk perekonomian negara ketiga dunia. dampak negatifnya adalah dengan diadakan free trade ini yang namanya pajak ditiadakan. jika pajak ditiadakan maka pendapatan bea dan cukai di negara ketiga dunia menurun. jika ekonomi sudah menurun maka negara akan perlahan-lahan akan rugi.
kesimpulannya dengan diadakan free trade, negara ketiga dunia lebih banyak mengalami kerugian dibandingkan kelebihannya. memang kelebihannya itu sangat menguntungkan dikarenakan kita mampu menerima senjata dan teknologi canggih dari luar tapi itu semua tidak sebanding dengan kerugian yang akan terjadi..

Wednesday, 21 May 2014

Trade Video Project

      Pada video project untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Pengantar Perdagangan dan Bisnis Intenasional kami sudah melakukan pencarian lebih dalam mengenai tema video project kami yaitu Small and Medium Enterprise (SME) atau yang biasa kita sebut Usaha Kecil Menengah melalui internet. Mencari artikel mengenai SME saya temukan di website Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia www.depkop.go.id dan pada website www.bisnisukm.com terdapat strategi, peluang, ide ide usaha kecil menengah serta izin izin usahanya.
     Proses video akan kami lakukan pada awal bulan Juni. Kami berencana akan melakukan interview kepada salah satu expert ekonomi yang mengetahui tentang UKM/SME. Setelah itu kami akan melakukan interview kepada salah satu pelaku Usaha Kecil dan Menengah. Interview akan kami lakukan pada jangka waktu singkat agar dapat memanfaatkan waktu untuk editing dan menambag materi materi untuk narasi dalam Video ini.

Wednesday, 14 May 2014

Dampak Free Trade terhadap negara berkembang

Dampak perdagangan bebas pada negara berkembang/negara ketiga pada sisi positif salah satunya negara berkembang menjadi lahan investasi negara maju, otomatis akan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat, kita bisa belajar teknologi baru dari negara maju, dampak efek nya negara berkembang belum tentu bisa mengikuti alur perdagangan bebas. Karena banyak nya barang yang masuk barang lokal semakin tersisih

Andre Bagus Wirnadha

Dampak Free Trade apakah baik atau buruk untuk negara ke 3?

Negara ke tiga atau negara berkembang contohnya seperti Indonesia, Malaysia, India dll. Sebagai negara berkembang tidak akan mampu memenuhi kebutuhannya secara keseluruhan sendiri pasti membutuhkan bantuan dari negara lain dalam arti ada suatu ketergantungan dengan negara lain ke negara lain. Di era globalisasi dibutuhkan perdagangan bebas dalam arti ekspor dan impor untuk memperoleh suatu keuntungan untuk memperoleh suatu kebutuhan dari pasaran luar negeri.

Adanya Perdagangan bebas jelas, untuk memperoleh suatu keuntungan bagi negara  dari negara lain, memperoleh suatu kemakmuran untuk negara tersendiri,kebebasan hambatan dari teritorial dan bilateral. Perdaganan bebas tidak hanya memberikan dampak positif namun memberikan dampak negatif.

 Sebagai negara berkembang seperti Indonesia sebenarnya memberikan tekanan bagi Indonesia sendiri, mengapa? Karena negara berkembang masih memiliki hubungan ketergantungan dengan negara lain, maka dari itu negara berkembang harus meng antisipasi keadaan ekonomi dan politik menjadi stabil. Karena pada dasarnya Perdagangan bebas yang berarti liberalisme dan tidak ada ikut campur tangan pemerintah maka, terjadi marak nya penyeludupan barang yang tidak mengikuti aturan seperti barang-barang ilegal (contoh:narkoba) dan karena kebanyakan masyarakat yang hidup di negara berkembang memiliki ketergantungan terhadap negara lain para masyarakat cenderung menjadi konsumtif cenderung hedonis terhadap barang barang impor dan tidak memiliki selera dengan barang-barang dalam negeri

Namun, bukan berarti perdagangan bebas harus dihentikan dalam dunia ini. Perdagangan bebas memiliki dampak yang sangat positif bagi negara berkembang. Mengapa? Jelas untuk memperluas pasar, menambahkan  lapangan kerja,untuk mencapai kebutuhan dalam negeri yang tidak negeri miliki tapi ada di luar negeri miliki, dan memiliki inovasi baru agar bisa bersaing di pasar. Pada dasarnya didunia memiliki sisi jahat dan sisi baik maka dari itu, secara keseluruhan tidak mungkin perdagangan bebas dihentikan di dunia ini.

Dwita Budilestari
1701327485


Wednesday, 16 April 2014

Teori Keunggulan Komparatif VS Teori Keunggulan Absolut



                Disini saya akan menjelaskan secara rinci mengenai perbedaan antara teori komparatif dan teori absolut yang pada dasarnya memiliki perbedaan tertentu. Dalam teori komparatif yang lebih spesifik kepada suatu spesialisasi masing-masing negara yang dimana dengan perbedaan spesialisasi tersebut dapat melengkapi antara satu negara dengan negara lain. Sangat berbanding terbalik dengan teori absolut yang merupakan suatu teori yang dimana mereka lebih kepada suatu persaingan dagang international. Setiap negara dapat berlomba-lomba untuk menjadikan mereka sebuah spesialisasi dalam bidang tertentu dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan mutlak.
                Teori komparatif yang dikembangkan oleh David Ricardo yang dimana pada paragraph sebelumnya saya menjelaskan secara singkat teori tersebut. Disini, saya akan menjelaskan lebih jauh tentang teori komparatif tersebut. Pada teori komparatif mereka lebih mengedepakan labor theory of value (teori nilai tenaga kerja) yang dimana bahwa nilai atau harga dari suatu barang sama dengan jumlah waktu kerja dari tenaga kerja yang dipakai dalam memproduksi barang tersebut. Dalam hal tersebut dijelaskan bahwa komparatif lebih menghargai ketenaga kerjaan sebagai harga dan kualitas barang itu sendiri. Lalu teori komparatif bersifat “contant return to scale” maksud dari statement tersebut adalah harga barang relatif menurut bahan produksi.
                Berikutnya saya akan menjelaskan teori absolut. Dimana pada teori tersebut dijelaskan bahwa dalam teori absolut suatu negara menentukan jalannya masing-masing antara mengalami keuntungan mutlak atau kerugian mutlak. Teori tersebut dikemukakan oleh Adam Smith, yang dimana pada dasarnya teori tersebut mengedepankan perdagangan bebas yang pada dasarnya negara mempunyai spesialisasi masing-masing untuk menentukan jalan perdagangan mereka yang dimana jika mereka melakukan export akan menghasilkan keuntungan dan import akan menghasilkan kerugian. Dalam teori ini tidak mengedepankan dari waktu tenaga kerja sebagai acuan produksi pada suatu product. Dalam teori ini pula diadakan sistem Division of Labour  yang dimana pada sistem tersebut digunakan sistem pembagian kerja yang dimana akan menghasilkan barang yang cukup eficient dibandingkan negara lain. Yang dimana negara tersebut dapat menjadikannya keuntungan yang mutlak.
                Dalam kedua teori tersebut terdapat perbedaan asumsi pada kedua teori tersebut yang membuat suatu perbedaan pandangan dan teori. Dimana mereka yang lebih mengedepankan keuntungan mutlak dengan pembagian suatu bagian kerja, dan ada pula yang membuat banyak hal untuk menentukan harga barang dengan faktor produksi lainnya seperti harga bahan produksi dan waktu pengerjaan dalam produksi barang tersebut.

Perbedaan Antara Keunggulan Komparatif dengan Keunggulan Mutlak


Teori keunggulan komparatif (theory of comparative advantage) merupakan teori yang dikemukakan oleh David Ricardo. Menurutnya, perdagangan internasional terjadi bila ada perbedaan keunggulan komparatif antarnegara. Ia berpendapat bahwa keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu negara mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya.

Asumsi dari teori Comparative Advantage oleh David Ricardo:
1.Hanya ada dua negara yang melakukan perdagangan internasional.
2.Hanya ada dua barang (komoditi) yang diperdagangkan.
3.Masing-masing negara hanya mempunyai 2 unit faktor produksi.
4.Skala produksi bersifat “contant return to scale” artinya harga relatif barang-barang tersebut adalah sama pada berbagai kondisi produksi.
5.Berlaku labor theory of value (teori nilai tenaga kerja) yang menyatakan bahwa nilai atau harga dari suatu barang (komoditi) adalah sama dengan atau dapat dihitung dari jumlah waktu (jam kerja) tenaga kerja yang dipakai dalam memproduksi barang (komoditi) tersebut.   

Teori keunggulan mutlak (theory of absolute advantage). Teori keunggulan mutlak dikemukakan oleh Adam Smith (1776) dalam bukunya The Wealth of Nation. Adam Smith menganjurkan perdagangan bebas sebagai kebijakan yang mampu mendorong kemakmuran suatu negara. Dalam perdagangan bebas, setiap negara dapat menspesialisasikan diri dalam produksi komoditas yang memiliki keunggulan mutlak/absolut dan mengimpor komoditi yang memperoleh kerugian mutlak. Dengan spesialisasi, masing-masing negara dapat meningkatkan pertambahan produksi dunia yang dapat dimanfaatkan secara bersama-sama melalui perdagangan internasional. Jadi melalui perdagangan internasional yang berdasarkan keunggulan mutlak, masing-masing negara yang terlibat dalam perdagangan akan memperoleh keuntungan yang serentak melalui spesialisasi, bukan dari pengorbanan negara lain.

Dalam teori keunggulan mutlak, Adam Smith mengemukakan ide-ide sebagai berikut :
a.Adanya Division of Labour (Pembagian Kerja Internasional) dalam Menghasilkan Sejenis Barang. Dengan adanya pembagian kerja, suatu negara dapat memproduksi barang dengan biaya yang lebih murah dibanding negara lain, sehingga dalam mengadakan perdagangan negara tersebut memperoleh keunggulan mutlak.
b.Spesialisasi Internasional dan Efisiensi Produksi. Dengan spesialisasi, suatu negara akan mengkhususkan pada produksi barang yang memiliki keuntungan. Suatu negara akan mengimpor barang-barang yang bila diproduksi sendiri (dalam negeri) tidak efisien atau kurang menguntungkan, sehingga keunggulan mutlak diperoleh bila suatu negara mengadakan spesialisasi dalam memproduksi barang. Keuntungan mutlak diartikan sebagai keuntungan yang dinyatakan dengan banyaknya jam/hari kerja yang dibutuhkan untuk membuat barang-barang produksi. Suatu negara akan mengekspor barang tertentu karena dapat menghasilkan barang tersebut dengan biaya yang secara mutlak lebih murah daripada negara lain. Dengan kata lain, negara tersebut memiliki keuntungan mutlak dalam produksi barang.
Jadi, keuntungan mutlak terjadi bila suatu negara lebih unggul terhadap satu macam produk yang dihasilkan, dengan biaya produksi yang lebih murah jika dibandingkan dengan biaya produksi di negara lain.
itulah perbedaan antara keunggulan mutlak Adam Smith dengan teori keunggulan komparatif David Ricardo

Wednesday, 9 April 2014

      Sistem Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu Negara dengan penduduk Negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Pengertian kedua, merupakan hubungan kegiatan ekonomi antarnegara.  dengan adanya proses pertukaran barang atau jasa, atas dasar suka rela dan saling menguntungkan.
Sistem perdanganan internasional dilakukan karna tidak ada Negara yang hidup sendiri maksudnya Negara yang satu membutuhkan Negara yang lainya. Dari sudut pandang ilmu ekonomi, motivasi dan hubungan antar  Negara dianggap sebagai proses alokasi sumberdaya ekonomi antar  negara dalam rangka meningkatkan kualitas hidup bersama.
       Faktor-faktor perdagangan internasional 
  1. 1.      Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negri
  1. 2.      Meningkatkan keuntungan dan pendapatan Negara
  1. 3.      Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumberdaya ekonomi.
  1. 4.      Adanya kelebihan produk dalam negri
  1. 5.      Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang
  1. 6.      Keinginan membuka kerjasama, hubungan politik dukungan dari Negara lain
  1. 7.      Terjadinya era globalisasi sehingga tidak ada satu Negara pun yang dapat hidup sendiri.                   sistem yang pas untuk indonesia menurut saya adalah liberal, karena indonesia tidak bisa memenuhi kebutuhan dalam negara nya sendiri. membutuhkan aktivitas ekspor dan impor dengan negara lain yang sama sama membutuhkan
  2. J          jadi menurut saya kalo negara ingin maju itu harus menerapkan sistem ekonomi liberal. kenapa? karena negara terbuka untuk negara lain nya untuk melakukan kerja sama ekonomi. saling isi mengisi kebutuhan/kekurangan dari sumber daya nya. kalau seperti itu pasti kedua negara akan saling untung dan membangun kerja sama yang baik untuk kedepan nya.                                                                                                                                                            

  3.                            





Sistem Pada International Trade

Pada dasarnya sistem dari international trade itu sendiri ada economic liberalis yang terdiri dari orthodox economic liberalis, heterodox economic liberalis, lalu ada mercantilism, dan strukturalism yang terdiri dari socialism dan social democracy. Dimana dari hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup significant tetapi menurut saya terdapat sedikit hubungan contohnya saja liberalis yang mengutamakan suatu kebebasan dalam perdagangan yang dimana dalam perbedaan dari othodox dan heterodox adalah suatu intervensi dari negara lain. sedangkan merkantilisim adalah suatu sistem perdagangan yang mempunyai rasa cinta terhadap produknya masing-masing yang dimana mereka lebih memperbanyak ekspor dibandingkan import dan dimana negara yang menganut merkantilism lebih nasionalis. sedangkan structuralism adalah dimana swasta yang memiliki modal besar sebagai pemegang terbesar dalam roda perdagangan international yang dimana mereka mempekerjakan rakyat yang tidak memiliki modal untuk bekerja bagi sang tuan tanah.
Dari hal tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa dari ketiga hal tersebut saya lebih pro jika ada perpaduan antara liberalism dan merkantilism yang dimana dalam sistem liberalisme yang lebih mengutamakan suatu kebebasan dalam berdagang harus didasarkan pada nasionalisme yang tinggi sehingga jika kita tetap memiliki rasa nasionalisme dan cinta terhadap barang sendiri, tidaklah mungkin barang dalam negri akan lebih dipakai dan suatu saat akan melonjak dipasaran international karena ada perpaduan dengan sistem liberal yang mengautamakan kebebasan pasar.
Jadi, dalam hal ini saya mengambil kutipan bahwa negara yang menganut sistem liberal dengan bebasnya pasar masuk ke negara dan berdagang disana itu sangat setuju karena kita mendapatkan sebuah inovasi baru dengan banyaknya barang masuk yang dimana dari inovasi tersebut dengan menggunakan sedikit prinsip pada sistem merkantilism yang mencintai barang dalam negri kita akan menciptakan suatu yang lebih baru agar barang dalam negri dapat di import dan dapat bersaing di pasar international.
Jika sistem yang dipakai hanyalah suatu yang liberal saja tanpa adanya rasa nasionalis cinta terhadap barang sendiri, akan berakibat kurangnya inovasi dalam negri, dan masyarakatnya akan lebih tertarik dengan barang luar dan akibatnya negara tersebut akan menjadikan sebuah sasaran empuk untuk berdagang yang pada akhirnya dengan banyaknya perusahaan-perusahaan asing di negara tersebut, lambat laun akan menciptakan sistem strukturalism yang dimana pemegang modal sangat berkuasa dalam sistem negara. Tetapi jika ada sedikit rasa nasionalism dari penjelasan sistem mercantilism akan memberikan suatu kemajuan pada suatu negara yang dimana produk dalam negri dapat bersaing di dunia international.

Liberalisme sebagai sistem kegiatan per ekonomian dunia

Berdasarkan 3 perspektif, Merkantilisme, Strukturalisme dan Liberalisme. Berdasarkan ke 3 perspektif

tersebut, menurut saya, sistem ekonomi liberal merupakan cara yang baik, mengapa? karena sistem ekonomi liberal bersifat "homogen" yg berarti sifat nya menerima ,bisa diajak berkerja sama dan bebas.Berdasarkan ciri cirinya, liberal, yg berarti pemerintah tidak ikut campur dalam kegiatan per ekonomian, masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.

 Sistem per ekonomian ini bagus untuk negara seperti Indonesia, meskipun Indonesia memiliki banyak sumber daya alam berarti menunjukan bahwa Indonesia bisa menghasilkan/ produksi barang barang yang bervariasi dan bermutu tinggi. Sehingga negara tersebut memiliki semangat untuk bersaing dalam perdagangan.

Dengan ada nya APEC (Asia Pacific Economic Cooperate),AFTA (Asean Free Trade Area),NAFTA (North America Free Trade Area) sebuah organisasi internasional yg memudahkan untuk berdagang internasional atau melakukan kegiatan per ekonomian

Selain Organisasi membantu dalam kegiatan perekonomian namun, munculnya MNC (Multi National Cooperation) aktor non-state membantu per ekonomian negara. Menjual barang -barang domestik ke luar negeri.

Dwita Budilestari
1701327485

Pattern of International Trade Nowadays

         Dari tiga perspektif sistem ekonomi yaitu merkantilis, kapitalis(liberalism), dan strukturalisme. Menurut yang saya lihat perspektif terbaik yang menjelaskan pola ekonomi pada sekarang ini adalah liberalism atau kapitalisme. Suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Pemerintah tidak terlalu melakukan intervensi dalam pasar sekalipun mengintervensi hanya menetapkan pajak. Pengawasan atau campur tangan pemerintah diupayakan seminimal mungkin. Tetapi jika dianggap perlu negara sewaktu-waktu dapat mengeluarkan kebijakan yang melindungi lancarnya pelaksanaan sistem kapitalisme.
         Pemilik modal bebas untuk menggunakan cara apa saja untuk meningkatkan keuntungan maksimal, dengan menggunakan sumber produksi dan pekerjanya. Sehingga modal kapitalis seringkali diinvestasikan ke dalam berbagai usaha untuk menghasilkan laba. Kelebihan ekonomi kapitalis yaitu menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi, Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi, Munculnya persaingan untuk maju dan menghasilkan barang yang bermutu tinggi, Efisiensi dan efektivitas tinggi karna setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba.
         Sistem ekonomi pada sekarang ini berprinsip bahwa warga Negara berhak seluas-luasnya untuk melakukan ekonomi tanpa campur tangan pemerintah. Mengembangkan kreatifitas mereka untuk menghasilkan suatu barang dan jasa dan menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya karena dalam situasi sekarang ini pihak swasta dibebaskan unuk melakukan kegiatan ekonomi.
          Jadi, perspektif yang terbaik untuk menjelaskan pola sistem ekonomi pada saat sekarang ini adalah kapitalis atau liberalism karena seperti yang kita lihat sekarang banyak dan menjamurnya para pelaku kapitalis atau pemilik modal yang mewarnai perekonomian dunia bahkan menguasai ekonomi global.

Jihan Putri Zuariah

sistem ekonomi yang pantas digunakan perdangan bebas untuk kemudian hari

Sistem ekonomi apakah yang tepat untuk perdagangan bebas di akan datang? apakah strukturalis? apakah merkantilis? atau liberalis?
Sangat tepat jika untuk kedepannya perdagangan bebas menggunakan sistem liberalis. Kenapa? menurut saya, liberalis itu baik. mereka berpendapat "bahwa manusia itu dasarnya baik dan bisa diajak kerja sama", jadi ini merupakan sistem ekonomi yang bagus untuk negara-negara berkembang seperti indonesia, malaysia dan lain-lain untuk mendapatkan barang-barang yang bisa mendukung dari negara maju dan sebaliknya, negara maju akan mendapatkan keuntungan dari negara berkembang.
selain itu dari menggunakan sistem liberalis, dapat membuat hubungan antara satu dengan negara lainnya bisa semakin membaik jadi dengan begitu yang dinamakan persaingan dan perang bisa menjadi terminimalisir.

Wednesday, 26 March 2014

Merkantilsme sebagai kebijaksanaan politik ekonomi

 

 Secara umum, Merkantilisme dapat diartikan sebagai suatu kebijaksanaan politik ekonomi dari negara-negara imperialis yang bertujuan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya kekayaan berupa logam mulia.
Logam mulia ini dijadikan sebagai ukuran terhadap kekayaan, kesejahteraan, dan kekuasaan bagi negara yang bersangkutan. Dengan kata lain, semakin banyak logam mulia yang dimiliki oleh suatu negara imperialis maka semakin kaya dan semakin berkuasalah negara tersebut.
Mereka percaya bahwa dengan kekayaan yang melimpah maka kesejahteraan akan meningkat dan kekuasaan pun semakin mudah untuk didapatkan. Negara yang menerapkan sistem ekonomi merkantilis adalah Inggris Raya.
 
Merkantilisme telah memberi dampak pengaruh terhadap dunia.Merkantilisme pada dasarnya telah memberikan kekuatan yang luar biasa bagi setiap negara kolonialis untuk memfokuskan segala kegiatan perdagangan dalam rangka memperoleh kekayaan yang banyak dan kekuasaan yang luas. Tujuan Merkantilisme adalah untuk melindungi perkembangan industri perdagangan dan melindungi kekayaan negara yang ada di masing-masing negara

Reference: http://saung-elmu.blogspot.com/2010/09/merkantilisme.html

Tuesday, 25 March 2014

Merkantilisme awal kapitalisme

                Kebijakan ekonomi merkantilisme itu sendiri adalah kebijakan ekonomi untuk memproteksi ekonomi dalam negerinya dengan cara memproduksi barang sebesar-besarnya untuk dalam negeri dan ekspor namun membatasi dominasi impor yaitu melalui menaikan pajak impor dan menentukan kuota impor.Pada abad ke-16 di Eropa tengah bermunculan negara-negara merdeka seperti Inggris, Perancis, Jerman, Italia dan Belanda. Mereka memiliki keinginan kuat untuk mempertahankan kedaulatan, kebebasan dengan menunjukkan kesejahteraan rakyatnya. Ciri utama dari paham merkantilisme ditandai dengan campur tangan negara/raja secara menyeluruh dalam setiap sendi ekonomi. Filosofi merkantilisme memberi dukungan penuh bagi negara/raja untuk mengintervensi dan mengatur perekonomiannya. Sehingga merkantilisme  menjadisebuah tahap dalam perkembangan sejarah kebijakan ekonomi dimana kebijakan ekonomi dikaitkan dengan erat kepada kesatuan politik dan kekuatan nasional.
                Saat merkantilisme berkembang, Bangsa Eropa telah mengenal logam mulia sebagai medium of exchange (uang), sehingga kemudian menetapkan standar ukuran kemakmuran suatu negara dengan jumlah logam mulia yang dimiliki.  Semakin banyak logam mulia, maka semakin makmur negara itu dibandingkan dengan negara lainnya. Politik merkantilisme melahirkan terbentuknya persekutuan dagang masyarakat Eropa, seperti EIC di India dan VOC di Indonesia. Berkat merkantilisme, Inggris bangkit sejalan dengan era penjelajahan samudera untuk mencari daerah-daerah baru yang akan dijadikan daerah koloni. Begitu juga dengan masyarakat Eropa lain seperti Belanda, Perancis dan Spanyol. Oleh karena itu, dalam perkembangannya politik ekonomi merkantilisme telah menimbulkan perebutan daerah koloni antar negara Eropa.
                Sistem ekonomi merkantilisme mulai menghilang pada akhir abad ke-18, seiring dengan munculnya teori ekonomi baru yang diajukan oleh Adam Smith dalam bukunya The wealth of nation ketika sistem ekonomi baru diadopsi oleh Inggris yang pada saat itu adalah Negara adidaya dan Negara industry yang kuat.

                Merkantilisme adalah akar utama pembentukan pemikiran  kapitalisme yang sampai sekarang sistem ini masih berlaku di hampir semua Negara di seluruh dunia. Pemikiran sistem kebijakan merkantilisme telah berhasil membentuk sistem ekonomi didunia menjadi berkembang dan bahkan sangat pesat dengan pemikiran barunya yaitu kapitalisme.


Penulis,
Jihan Putri

Wednesday, 19 March 2014

kapitalisme mempengaruhi ekonomi dunia

Kapitalis berasal dari kata capital, secara sederhana dapat diartikan sebagai ‘modal’. Didalam sistem kapitalis, kekuasaan tertinggi dipegang oleh pemilik modal, dimana dalam perekonomian modern pemilik modal dalam suatu perusahaan merupakan para pemegang saham. Sistem kapitalis sebagai pengganti sistem komunis memberikan dampak yang sangat buruk bagi perkembangan perekonomian dunia.

contoh peristiwa akibat pengaruh kapitalisme, Sekarang siapa yang menduga, jika krisis global yang berawal di Amerika sekarang, dampaknya terasa hampir di setiap negara di dunia. Dampak krisis tersebut menjalar ke industri-industri yang berorientasi ekspor dengan tujuan Amerika dan pasar sekunder. Krisis supprime mortage menyebabkan negara-negara di dunia mengalami penurunan kinerja perekonomiannya, mulai dari turunnya permintaan akan ekspor, koreksi atas target pertumbuhan ekonomi sampai dengan rencana pemutusan hubungan kerja para karyawan. Bahkan Jepang yang termasuk dalam jajaran negara maju di Asia, tidak luput mencicipi efek krisis global tersebut.

menurut Roy Davies dan Glyn Davies, dalam buku The History of Money From Ancient time to Present Day, menjelaskan sejarah kronologi krisis ekonomi dunia secara menyeluruh. Menurut keduanya, sepanjang Abad 20 telah terjadi lebih 20 kali krisis besar yang melanda banyak negara. Ini berarti, rata-rata setiap 5 tahun terjadi krisis keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta umat manusia. Krisis ekonomi sudah terjadi sejak tahun 1907 disusul dengan krisis ekonomi tahun 1923, 1930, 1940, 1970, 1980, 1990, dan 1998 – 2001 bahkan sampai saat ini. Di Asia Tenggara sendiri khususnya Thailand, Malaysia dan Indonesia krisis pernah terjadi pada tahun 1997-2002 hingga saat ini.