Dalam isu Ekonomi Politik Internasional mengenai MNC kita
tidak bisa lepas dari peran MNC sendiri sebagai pelaku ekonomi dan Negara
sebagai sebagai pihak elemen politik.
MNC dan negara tidak dapat dipisahkan dalam konteks ekonomi politik
internasional. Struktur domestik dan ideologi ekonomi suatu negara juga
mempengaruhi strategi dan aktivitas MNC.
Pada dasarnya sebuah perusahaan dikatakan
multinasional jika sudah mengembangkan cabangnya keberbagai negara lain. MNC
sendiri sudah dikenal di Indonesia semenjak jaman colonial Belanda yang di
sebut VOC. MNC jaman dahulu dikatakan oleh Gilpin lebih powerfull dikarenakan
MNC pada saat itu dapat membuat hukumnya sendiri. MNC pada masa itu
menghasilkan agrikultur dan industry ekstraktif. Sedangkan MNC pada jaman
modern atau kontemporer di batasi oleh kebijakan-kebijakan pemerintah HOST
Country. MNC pada masa sekarang ini menghasilkan produk manufaktur.
Hadir
dan maraknya MNC pada sekarang ini memiliki konsep. Konsepnya yaitu suatu
perusahaan HOME country meningkatkan produksinya dengan bertujuan mengembangkan
usahanya agar tumbuh pesat dan bisa lintas batas negara sehingga memperoleh
keuntungan lebih. Setelah mencapai tujuan mengekspansi perusahaan,
mereka memanfaatkan HOST country dan “biasanya” SDA di negara HOST. Pemanfaatan
ini dapat berubah menjadi pengeksploitasian.
Host country juga bisa mendapatkan beberapa keuntungan yaitu menyerap
lapangan pekerjaan dan mengaktifkan kegiatan ekonomi namun MNC
dikatakan dapat mengkontrol dan mengekploitasi seluruh dunia dengan alasan
ekonomi ini. Kritik ini biasanya datang dari para paham kaum strukturalis yang
selalu mengkritik ide-ide liberalism/capitalism seperti MNC ini.
Jadi, Kehadiran
MNC dapat menimbulkan dampak negative dan positif bagi HOST country yaitu dapat
menyerap tenaga kerja dan mengaktifkan kegiatan ekonomi namun disamping itu
negara host secara tidak langsung tereksploitasi dan terkuasai seperti contoh
McDonalds yang sekarang menjamur dimana-mana jelas telah menguasai industry pangan
di Indonesia. Dengan adanya McDonalds masyarakat lebih sering mengkonsumsi
makanan fast food yg disediakan oleh MCD dibanding resto-resto kecil. Home
country pun terkadang tidak hanya mendapat keuntungan tetapi juga kerugian
seperti adanya situasi tidak aman di negara HOST (exp:kerusuhan,demo
besar,terorisme) yang menimbulkan ancaman kerusakan pada beberapa store MNC.
Referensi : http://sawingbahar.wordpress.com/2011/05/22/gilpin-tentang-negara-dan-multinational-corporation-mnc/
- Jihan Putri Zuariah -
No comments:
Post a Comment