Wednesday, 9 April 2014

Sistem Pada International Trade

Pada dasarnya sistem dari international trade itu sendiri ada economic liberalis yang terdiri dari orthodox economic liberalis, heterodox economic liberalis, lalu ada mercantilism, dan strukturalism yang terdiri dari socialism dan social democracy. Dimana dari hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup significant tetapi menurut saya terdapat sedikit hubungan contohnya saja liberalis yang mengutamakan suatu kebebasan dalam perdagangan yang dimana dalam perbedaan dari othodox dan heterodox adalah suatu intervensi dari negara lain. sedangkan merkantilisim adalah suatu sistem perdagangan yang mempunyai rasa cinta terhadap produknya masing-masing yang dimana mereka lebih memperbanyak ekspor dibandingkan import dan dimana negara yang menganut merkantilism lebih nasionalis. sedangkan structuralism adalah dimana swasta yang memiliki modal besar sebagai pemegang terbesar dalam roda perdagangan international yang dimana mereka mempekerjakan rakyat yang tidak memiliki modal untuk bekerja bagi sang tuan tanah.
Dari hal tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa dari ketiga hal tersebut saya lebih pro jika ada perpaduan antara liberalism dan merkantilism yang dimana dalam sistem liberalisme yang lebih mengutamakan suatu kebebasan dalam berdagang harus didasarkan pada nasionalisme yang tinggi sehingga jika kita tetap memiliki rasa nasionalisme dan cinta terhadap barang sendiri, tidaklah mungkin barang dalam negri akan lebih dipakai dan suatu saat akan melonjak dipasaran international karena ada perpaduan dengan sistem liberal yang mengautamakan kebebasan pasar.
Jadi, dalam hal ini saya mengambil kutipan bahwa negara yang menganut sistem liberal dengan bebasnya pasar masuk ke negara dan berdagang disana itu sangat setuju karena kita mendapatkan sebuah inovasi baru dengan banyaknya barang masuk yang dimana dari inovasi tersebut dengan menggunakan sedikit prinsip pada sistem merkantilism yang mencintai barang dalam negri kita akan menciptakan suatu yang lebih baru agar barang dalam negri dapat di import dan dapat bersaing di pasar international.
Jika sistem yang dipakai hanyalah suatu yang liberal saja tanpa adanya rasa nasionalis cinta terhadap barang sendiri, akan berakibat kurangnya inovasi dalam negri, dan masyarakatnya akan lebih tertarik dengan barang luar dan akibatnya negara tersebut akan menjadikan sebuah sasaran empuk untuk berdagang yang pada akhirnya dengan banyaknya perusahaan-perusahaan asing di negara tersebut, lambat laun akan menciptakan sistem strukturalism yang dimana pemegang modal sangat berkuasa dalam sistem negara. Tetapi jika ada sedikit rasa nasionalism dari penjelasan sistem mercantilism akan memberikan suatu kemajuan pada suatu negara yang dimana produk dalam negri dapat bersaing di dunia international.

No comments:

Post a Comment