Pada dasarnya sistem dari
international trade itu sendiri ada economic liberalis yang terdiri dari
orthodox economic liberalis, heterodox economic liberalis, lalu ada
mercantilism, dan strukturalism yang terdiri dari socialism dan social
democracy. Dimana dari hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup significant
tetapi menurut saya terdapat sedikit hubungan contohnya saja liberalis yang
mengutamakan suatu kebebasan dalam perdagangan yang dimana dalam perbedaan dari
othodox dan heterodox adalah suatu intervensi dari negara lain. sedangkan
merkantilisim adalah suatu sistem perdagangan yang mempunyai rasa cinta
terhadap produknya masing-masing yang dimana mereka lebih memperbanyak ekspor
dibandingkan import dan dimana negara yang menganut merkantilism lebih
nasionalis. sedangkan structuralism adalah dimana swasta yang memiliki modal
besar sebagai pemegang terbesar dalam roda perdagangan international yang
dimana mereka mempekerjakan rakyat yang tidak memiliki modal untuk bekerja bagi
sang tuan tanah.
Dari hal tersebut saya dapat
menyimpulkan bahwa dari ketiga hal tersebut saya lebih pro jika ada perpaduan
antara liberalism dan merkantilism yang dimana dalam sistem liberalisme yang
lebih mengutamakan suatu kebebasan dalam berdagang harus didasarkan pada
nasionalisme yang tinggi sehingga jika kita tetap memiliki rasa nasionalisme
dan cinta terhadap barang sendiri, tidaklah mungkin barang dalam negri akan
lebih dipakai dan suatu saat akan melonjak dipasaran international karena ada
perpaduan dengan sistem liberal yang mengautamakan kebebasan pasar.
Jadi, dalam hal ini saya
mengambil kutipan bahwa negara yang menganut sistem liberal dengan bebasnya
pasar masuk ke negara dan berdagang disana itu sangat setuju karena kita
mendapatkan sebuah inovasi baru dengan banyaknya barang masuk yang dimana dari
inovasi tersebut dengan menggunakan sedikit prinsip pada sistem merkantilism
yang mencintai barang dalam negri kita akan menciptakan suatu yang lebih baru
agar barang dalam negri dapat di import dan dapat bersaing di pasar
international.
Jika sistem yang dipakai
hanyalah suatu yang liberal saja tanpa adanya rasa nasionalis cinta terhadap
barang sendiri, akan berakibat kurangnya inovasi dalam negri, dan masyarakatnya
akan lebih tertarik dengan barang luar dan akibatnya negara tersebut akan
menjadikan sebuah sasaran empuk untuk berdagang yang pada akhirnya dengan
banyaknya perusahaan-perusahaan asing di negara tersebut, lambat laun akan
menciptakan sistem strukturalism yang dimana pemegang modal sangat berkuasa
dalam sistem negara. Tetapi jika ada sedikit rasa nasionalism dari penjelasan
sistem mercantilism akan memberikan suatu kemajuan pada suatu negara yang
dimana produk dalam negri dapat bersaing di dunia international.
No comments:
Post a Comment