Wednesday, 16 April 2014

Teori Keunggulan Komparatif VS Teori Keunggulan Absolut



                Disini saya akan menjelaskan secara rinci mengenai perbedaan antara teori komparatif dan teori absolut yang pada dasarnya memiliki perbedaan tertentu. Dalam teori komparatif yang lebih spesifik kepada suatu spesialisasi masing-masing negara yang dimana dengan perbedaan spesialisasi tersebut dapat melengkapi antara satu negara dengan negara lain. Sangat berbanding terbalik dengan teori absolut yang merupakan suatu teori yang dimana mereka lebih kepada suatu persaingan dagang international. Setiap negara dapat berlomba-lomba untuk menjadikan mereka sebuah spesialisasi dalam bidang tertentu dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan mutlak.
                Teori komparatif yang dikembangkan oleh David Ricardo yang dimana pada paragraph sebelumnya saya menjelaskan secara singkat teori tersebut. Disini, saya akan menjelaskan lebih jauh tentang teori komparatif tersebut. Pada teori komparatif mereka lebih mengedepakan labor theory of value (teori nilai tenaga kerja) yang dimana bahwa nilai atau harga dari suatu barang sama dengan jumlah waktu kerja dari tenaga kerja yang dipakai dalam memproduksi barang tersebut. Dalam hal tersebut dijelaskan bahwa komparatif lebih menghargai ketenaga kerjaan sebagai harga dan kualitas barang itu sendiri. Lalu teori komparatif bersifat “contant return to scale” maksud dari statement tersebut adalah harga barang relatif menurut bahan produksi.
                Berikutnya saya akan menjelaskan teori absolut. Dimana pada teori tersebut dijelaskan bahwa dalam teori absolut suatu negara menentukan jalannya masing-masing antara mengalami keuntungan mutlak atau kerugian mutlak. Teori tersebut dikemukakan oleh Adam Smith, yang dimana pada dasarnya teori tersebut mengedepankan perdagangan bebas yang pada dasarnya negara mempunyai spesialisasi masing-masing untuk menentukan jalan perdagangan mereka yang dimana jika mereka melakukan export akan menghasilkan keuntungan dan import akan menghasilkan kerugian. Dalam teori ini tidak mengedepankan dari waktu tenaga kerja sebagai acuan produksi pada suatu product. Dalam teori ini pula diadakan sistem Division of Labour  yang dimana pada sistem tersebut digunakan sistem pembagian kerja yang dimana akan menghasilkan barang yang cukup eficient dibandingkan negara lain. Yang dimana negara tersebut dapat menjadikannya keuntungan yang mutlak.
                Dalam kedua teori tersebut terdapat perbedaan asumsi pada kedua teori tersebut yang membuat suatu perbedaan pandangan dan teori. Dimana mereka yang lebih mengedepankan keuntungan mutlak dengan pembagian suatu bagian kerja, dan ada pula yang membuat banyak hal untuk menentukan harga barang dengan faktor produksi lainnya seperti harga bahan produksi dan waktu pengerjaan dalam produksi barang tersebut.

No comments:

Post a Comment