Golden Age
terjadi sekitar tahun 1896 sampai 1914, sebelum pecahnya perang dunia pertama.
Pada masa ini, emas dijadikan sebagai transaksi atau mata uang internasional. Jeffry A. Frieden dalam bukunya yang berjudul Global Capitalism, Its Fall and Rise in the Twentieth Century menjelaskan perkembangan perdagangan internasional yang dimulai dari masa
kejayaan negara-negara Eropa, khususnya negara inggris. Negara inggris
merupakan negara yang pertama kali memulai menggunakan sistem standar emas sebagai alat tukar perdagangan internasional.
Tentu saja
dengan menggunakan sistem tersebut banyak memunculkan dampak-dampak khususnya
dibidang ekonomi internasional.
dampak
pertama, pada akhir abad
ke 19 merupakan akhir dari era merkantilisme dan gold standard. Ditahun
tersebut timbul pergolakan di hampir seluruh dunia terhadap sistem gold standard dan peran pemerintah yang
terlalu besar yang dianggap tidak berpihak terhadap kesejahteraan
rakyatnya.
dampak kedua, akibat menggunakan standar emas saat itu. Pihak yang paling dirugikan
dari penggunaan standar emas ini adalah petani dan penambang. Hal ini
dikarenakan harga produk tambang dan pertanian paling sulit untuk
diprediksikan, sehingga para eksportir barang-barang ini memerlukan devaluasi
mata uang untuk meningkatkan jumlah uang yang mereka dapatkan untuk menjual
barang-barangnya diluar negeri. Devaluasi mata uang guna melindungi eksportir
dari penurunan harga dari produk-produk mereka ini tidak bisa dilakukan apabila
menggunakan standar emas. Meskipun, devaluasi mata uang ini juga tidak
sepenuhnya baik. Ketika mata uang terdepresiasi, barang-barang asing menjadi
lebih mahal. Peningkatan harga-harga ini berdampak pada ekonomi domestik dan
akhirnya menjadi inflasi.
Pada akhirnya dunia mempunyai sebuah tatanan
perekonomian yang baru dimana free trade,
capital movement, dan peran pasar yang lebih besar mengambil alih. Fungsi
pemerintah yang cukup besar dalam menentukan nilai tukar dalam sistem gold standard dinilai merusak daya saing
dari komoditas-komoditas negara yang tidak memiliki banyak emas,oleh karena itu
dengan adanya pasar ekonomi menjadi lebih bebas dan harga di sebuah komoditas
ditentukan oleh mekanisme pasar.
selain itu
dengan terjadinya dampak kedua yang timbulkan, negara-negara pengekspor produk
dibidang pertanian dan pertambangan kemudian tidak memakai emas sebagai mata
uangnya dan sebagai alternatif mereka menggunakan mata uang kertas dan perak.
itulah
dampak yang terjadi serta pemecahan masalah yang diakibatkan menggunakan sistem
standar emas pada saat itu.
No comments:
Post a Comment