Kebijakan
ekonomi merkantilisme itu sendiri adalah kebijakan ekonomi untuk memproteksi
ekonomi dalam negerinya dengan cara memproduksi barang sebesar-besarnya untuk
dalam negeri dan ekspor namun membatasi dominasi impor yaitu melalui menaikan
pajak impor dan menentukan kuota impor.Pada abad
ke-16 di Eropa tengah bermunculan negara-negara merdeka seperti Inggris,
Perancis, Jerman, Italia dan Belanda. Mereka memiliki keinginan kuat untuk
mempertahankan kedaulatan, kebebasan dengan menunjukkan kesejahteraan
rakyatnya. Ciri utama dari paham merkantilisme ditandai dengan campur tangan
negara/raja secara menyeluruh dalam setiap sendi ekonomi. Filosofi
merkantilisme memberi dukungan penuh bagi negara/raja untuk mengintervensi dan
mengatur perekonomiannya. Sehingga merkantilisme menjadisebuah tahap dalam perkembangan
sejarah kebijakan ekonomi dimana kebijakan ekonomi dikaitkan dengan
erat kepada kesatuan
politik dan kekuatan nasional.
Saat
merkantilisme berkembang, Bangsa Eropa telah mengenal logam mulia sebagai medium
of exchange (uang), sehingga kemudian menetapkan standar ukuran
kemakmuran suatu negara dengan jumlah logam mulia yang dimiliki. Semakin
banyak logam mulia, maka semakin makmur negara itu dibandingkan dengan negara
lainnya. Politik merkantilisme melahirkan terbentuknya persekutuan dagang
masyarakat Eropa, seperti EIC di India dan VOC di Indonesia. Berkat
merkantilisme, Inggris bangkit sejalan dengan era penjelajahan samudera untuk
mencari daerah-daerah baru yang akan dijadikan daerah koloni. Begitu juga
dengan masyarakat Eropa lain seperti Belanda, Perancis dan Spanyol. Oleh karena
itu, dalam perkembangannya politik ekonomi merkantilisme telah menimbulkan
perebutan daerah koloni antar negara Eropa.
Sistem
ekonomi merkantilisme mulai menghilang pada akhir abad ke-18, seiring dengan
munculnya teori ekonomi baru yang diajukan oleh Adam Smith dalam bukunya The wealth of nation ketika sistem ekonomi baru diadopsi oleh Inggris yang pada saat itu adalah Negara
adidaya dan Negara industry yang kuat.
Merkantilisme
adalah akar utama pembentukan pemikiran
kapitalisme yang sampai sekarang sistem ini masih berlaku di hampir semua
Negara di seluruh dunia. Pemikiran sistem kebijakan merkantilisme telah
berhasil membentuk sistem ekonomi didunia menjadi berkembang dan bahkan sangat
pesat dengan pemikiran barunya yaitu kapitalisme.
Penulis,
Jihan Putri
No comments:
Post a Comment