Tuesday, 25 March 2014

Merkantilisme awal kapitalisme

                Kebijakan ekonomi merkantilisme itu sendiri adalah kebijakan ekonomi untuk memproteksi ekonomi dalam negerinya dengan cara memproduksi barang sebesar-besarnya untuk dalam negeri dan ekspor namun membatasi dominasi impor yaitu melalui menaikan pajak impor dan menentukan kuota impor.Pada abad ke-16 di Eropa tengah bermunculan negara-negara merdeka seperti Inggris, Perancis, Jerman, Italia dan Belanda. Mereka memiliki keinginan kuat untuk mempertahankan kedaulatan, kebebasan dengan menunjukkan kesejahteraan rakyatnya. Ciri utama dari paham merkantilisme ditandai dengan campur tangan negara/raja secara menyeluruh dalam setiap sendi ekonomi. Filosofi merkantilisme memberi dukungan penuh bagi negara/raja untuk mengintervensi dan mengatur perekonomiannya. Sehingga merkantilisme  menjadisebuah tahap dalam perkembangan sejarah kebijakan ekonomi dimana kebijakan ekonomi dikaitkan dengan erat kepada kesatuan politik dan kekuatan nasional.
                Saat merkantilisme berkembang, Bangsa Eropa telah mengenal logam mulia sebagai medium of exchange (uang), sehingga kemudian menetapkan standar ukuran kemakmuran suatu negara dengan jumlah logam mulia yang dimiliki.  Semakin banyak logam mulia, maka semakin makmur negara itu dibandingkan dengan negara lainnya. Politik merkantilisme melahirkan terbentuknya persekutuan dagang masyarakat Eropa, seperti EIC di India dan VOC di Indonesia. Berkat merkantilisme, Inggris bangkit sejalan dengan era penjelajahan samudera untuk mencari daerah-daerah baru yang akan dijadikan daerah koloni. Begitu juga dengan masyarakat Eropa lain seperti Belanda, Perancis dan Spanyol. Oleh karena itu, dalam perkembangannya politik ekonomi merkantilisme telah menimbulkan perebutan daerah koloni antar negara Eropa.
                Sistem ekonomi merkantilisme mulai menghilang pada akhir abad ke-18, seiring dengan munculnya teori ekonomi baru yang diajukan oleh Adam Smith dalam bukunya The wealth of nation ketika sistem ekonomi baru diadopsi oleh Inggris yang pada saat itu adalah Negara adidaya dan Negara industry yang kuat.

                Merkantilisme adalah akar utama pembentukan pemikiran  kapitalisme yang sampai sekarang sistem ini masih berlaku di hampir semua Negara di seluruh dunia. Pemikiran sistem kebijakan merkantilisme telah berhasil membentuk sistem ekonomi didunia menjadi berkembang dan bahkan sangat pesat dengan pemikiran barunya yaitu kapitalisme.


Penulis,
Jihan Putri

No comments:

Post a Comment